Laman


Senin, 10 Mei 2010

ya Allah.....

Hanya kepada Engkaulah
kami menyembah dan hanya
kepada Engkaulah kami meminta pertolongan
( Al-Fatihah:5)
Apabila pengelana tersesat di tengah hutan belantara, dan kebingungan mencari jalan, mereka akan berseru, Ya Allah!
Apabila nelayan melihat lautan bergelombang, ombak bergemuruh, dan badai kencang menerjang, dia akan berteriak, Ya Allah!
Apabila pendaki, kelelahan menaiki gunung, kekurangan makanan danminuman, tidak tahu lagi apa yang harus di perbuat, dia kan berteriak, Ya Allah!
Apabila pencari kerja tidak mendapatkan pintu yang terbuka, para peminta tidak mendapatkan rumah yang mau menerimanya, mereka akan berteriak, Ya Allah!
Apabila lelaki di tolak lamarannya atau wanita melihat idaman hatinya menikah dengan orang lain, mereka akan berseru, Ya Allah!
Apabila pikiran sudah buntu, jalan terasa menyempit, harapan menjadi kosong, mereka akan berteriak, Ya Allah!
Apabila orang tertimpa musibah, kemalangan,malapetaka dan kesedihan, dia akan menyebut Ya Allah!
Hanya Allah tempat di panjatkan doa, tempat mengadu, tempat mencurahkan kekecewaan hati, dan tempat meminta pertolongan
Dengan menyebutNya hati menjadi damai, jiwa terasa tenang, perasaan menjadi tenteram, pikiran menjadi santai, dan keyakinan menjadi mantap.
“ Dan apa saja ni’mat yang ada pada kamu, maka itu dari Allah, dan bila kamu ditimpa keburukan, maka hanya kepada Allahlah kamu meminta pertolongan”
(An-Nahl : 53 )
“ Katakanlah : Allah menyelamatkan kamu dari bencana itu dan dari segala macam kesusahan…”
( Al An’aam:64)
“ Atau siapakah yang mengabulkan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila berdoa kepadaNya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu sebagai pemimpin di bumi? Apakah ada Tuhan selain Allah? Sedikit sekali kamu memperhatikannya.”
( Q.s an-Naml:62)
Ya Allah, aku memohon
kepadaMu keteguhan
dalam segala urusan dan
aku memohon kepadaMu
sikap lurus dan terpimpin.
Dan aku memohon kepadaMu
agar aku dapat mensyukuri nikmatMu
serta berbakti kepadaMu dengan sebaik-baiknya.
Aku memohon kepadaMu lisan yang benar, hati yang bersih.
Dan aku berlindung kepadaMu dari kejahatan apa-apa yang Engkau ketahui,
dan aku memohon kepadaMu dari kebaikan apa-apa yang Engkau ketahui
dan aku memohon ampunan dari apa-apa yang Engkau ketahui, karena sesungguhnya Engkaulah yang Maha Mengetahui hal-hal yang gaib.
(Hr. Turmudzi)
Siapakah yang dapat menjadi sandaran kita ketika sedih? Kepada siapakah kita meminta pertolongan saat kita butuh? Siapakah tempat bergantung dan tempat meminta bagi seluruh manusia? Jawabannya hanya satu, Dialah Allah, tiada Tuhan selain Dia.
Kita boleh berdoa kepadaNya, kita mempunyai hak untuk meminta kepadaNya baik saat sulit maupun saat mudah, saat senang maupun sedih. Kita boleh memohon dengan sangat kepadaNya, saat kesedihan yang mendalam menimpa kita seraya menjatuhkan diri di hadapanNya. Saat itu akan datang pertolonganNya dan segera sampai bantuanNya.
Allah akan senang kalau kita sebagai hamba ingat kepadaNya dalam semua kondisi baik senang maupun susah. Allah akan membantu dan memberikan lebih banyak rahmat dan rezeki. Tetapi Allah akan tetap menerima, apabila dalam kondisi sennang lupa, kemudian saat susah menjadi ingat. Kita boleh meminta pertolongan kepadaNya saat kesulitan menghadang gerak langkah kita. Namun orang yang paling baik adalah orang yang selalu ingat Allah baik dikala senang maupun di kala susah.
Hanyalah Allah yang mampu menyelamatkan orang yang akan tenggelam, menolak sesuatu yang tidak seharusnya terjadi, membantu orang yang terkena cobaan, menolong orang yang teraniaya, memberi petunjuk orang yang tersesat, menyembuhkan orang sakit, dan melepaskan seseorang dari kesulitan yang dihadapinya. Kita dapat bermunajat, menyebut namaNya, berdoa tiada henti, maka kesedihannya akan luntur, duka cita akan terhapus. Setiap tali akan putus kecuali taliNya. Setiap pintu akan tertutup kecuali pintuNya. Dia Maha Dekat, Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan doa. Allah akan memberikan apa yang diminta oleh orang yang meminta.
Kita ini lemah, kita tidak mampu mengubah keadaan, tidak mampu menghadapi musibah, bahkan tidak mampu menyelesaikan masalahnya sendiri. Namun ketika kita bertawakal kepada Allah, percaya kepada kekuasaanNya yang menciptakan kita, kita akan memperoleh kekuatan. Perlu disadari bahwa cepat atau lambat pertolongan Allah tergantung pada kita sendiri, oleh karena itu kitapun harus aktif menjemput pertolongan itu. ( pengertian aktif disini, adalah berusaha untuk menyiapkan diri dan melakukan perubahan diri agar pertolongan Allah semakin cepat datang dan semakin besar bentuknya). Seperti halnya landasan pesawat, semakin panjang dan besar landasannya semakin besar pula pesawat yang bisa mendarat. Kalau landasannya tidak rata akan menyulitkan pesawat untuk mendarat. Begitu pula pertolongan Allah. Kalau keimanan dan kemampuan diri kita tidak meningkat akan menyulitkan pula mendaratnya pertolongan Allah.
*Mendapatkan Pertolongan Allah itu Mudah
Dalam logika manusia, telah kita ketahui ada hukum sebab akibat. Kita ingin sesuatu maka kita harus melakukan sesuatu. Wajar bukan? Cara paling jitu untuk selalu mendapat pertolongan Allah adalah selalu taat dan ingat kepadaNya. Dalam lingkungan manusia, pembantu yang taat menjalankan perintah majikannya tentu berharap mendapatkan imbalan yang memadai. Majikan yang baik, tentu dengan senang hati memberikan imbalan kepada pembantu yang patuh itu.
Itu hanya dalam logika manusia, dan Allah terbebas dari logika manusia. Allah Yang Maha Adil pasti akan memberikan jauh lebih banyak lagi. Mudah bagi Allah memberikan apa yang diminta manusia, mudah bagi Allah menyingkirkan semua kesulitan manusia. Tidak ada hal yang sulit bagi Allah. Allah memberikan apa yang diminta manusia tanpa beban tanpa berkurang sedikitpun kemahakuasaanNya. Kalau kita mau patuh dengan perintahNya maka kita akan jauh lebih mudah mendapatkan pertolonganNya.

bekas paku itu...

‹Seorang ayah memiliki anak yang pemarah, dia sering sekali menasehati anaknya untuk menahan amarah dan bersabar. selain itu, si anak juga harus minta maaf kepada mereka yang kena amarahnya. Sang ayah memberi paku dan palu, dia berpesan pada anaknya agar menancapkan paku tersebut di pagar setiap marah pada orang dan mencabut paku tersebut setelah dia meminta maaf. Selang sebulan si anak dengan bangganya pamer kepada ayahnya, ” Lihat Ayah, aku sudah minta maaf setelah marah-marah”
Segera ayahnya menjawab ” Bagus anakku, tapi lihatlah bekas paku yang ada…meski kamu sudah minta maaf dan dimaafkan, tapi tetap meninggalkan bekas luka di hati orang lain. Oleh karena itu, lebih baik kamu menahan marah dan bersabar”

Sabtu, 08 Mei 2010

Berjuang Bersama Memberi Makna




Penyakit lupus adalah penyakit sistem imunitas di mana jaringan dalam tubuh dianggap benda asing. Reaksi sistem imunitas bisa mengenai berbagai sistem organ tubuh seperti jaringan kulit, otot, tulang, ginjal, sistem saraf, sistem kardiovaskuler, paru-paru, lapisan pada paru-paru, hati, sistem pencernaan, mata, otak, maupun pembuluh darah dan sel-sel darah..Penyakit ini lebih rentan dialami wanita daripada pria, terutama pada usia 15-40 tahun.Tubuh memiliki kekebalan untuk menyerang penyakit dan menjaga tetap sehat. Namun, dalam penyakit ini kekebalan tubuh justru menyerang organ tubuh yang sehat. Penyakit Lupus diduga berkaitan dengan sistem imunologi yang berlebih. Dalam tubuh seseorang terdapat antibodi yang berfungsi menyerang sumber penyakit yang akan masuk dalam tubuh. Uniknya, penyakit Lupus ini antibodi yang terbentuk dalam tubuh muncul berlebihan. Hasilnya, antibodi justru menyerang sel-sel jaringan organ tubuh yang sehat. Kelainan ini disebut autoimunitas . Antibodi yang berlebihan ini, bisa masuk ke seluruh jaringan dengan dua cara yaitu :
Pertama, antibodi aneh ini bisa langsung menyerang jaringan sel tubuh, seperti pada sel-sel darah merah yang menyebabkan selnya akan hancur. Inilah yang mengakibatkan penderitanya kekurangan sel darah merah atau anemia.
Kedua, antibodi bisa bergabung dengan antigen (zat perangsang pembentukan antibodi), membentuk ikatan yang disebut kompleks imun.Gabungan antibodi dan antigen mengalir bersama darah, sampai tersangkut di pembuluh darah kapiler akan menimbulkan peradangan. Dalam keadaan normal, kompleks ini akan dibatasi oleh sel-sel radang (fagosit) Tetapi, dalam keadaan abnormal, kompleks ini tidak dapat dibatasi dengan baik. Malah sel-sel radang tadi bertambah banyak sambil mengeluarkan enzim, yang menimbulkan peradangan di sekitar kompleks. Hasilnya, proses peradangan akan berkepanjangan dan akan merusak organ tubuh dan mengganggu fungsinya. Selanjutnya, hal ini akan terlihat sebagai gejala penyakit. Kalau hal ini terjadi, maka dalam jangka panjang fungsi organ tubuh akan terganggu.

Care For Lupus, your caring save lives.....
 
spesial tuk para odapus :
Sakit yang sering dianggap sebagai musibah, ternyata juga merupakan suatu ungkapan rasa kasih sayang dari Yang Maha Penyayang dalam bentuk yang lain.maka tubuh kita boleh sakit, tapi tidak untuk jiwa kita. Dont GIve Up!!!





                                                        

Kamis, 06 Mei 2010

Ada Apa dengan Sri Mulyani?

Kontroversi soal Sri Mulyani terus menyeruak ke ruang publik. Tudingan miring kini mengarah kepada Bank Dunia yang mengangkat dan memberi kursi terhormat bagi Menteri Keuangan RI itu.
Bank Dunia dan Amerika memuja Sri karena telah secara ‘sempurna’ melayani kepentingan ekonomi kekuatan global tersebut. Sri adalah ‘good girl’ dan ‘good comprador’ bagi Bank Dunia dan Amerika. Dia bekerja ‘very smart’ melayani kepentingan AS, IMF dan World Bank.
pertanyaan demi pertanyaan pun hadir. 
Mengapa Bank Dunia begitu ngotot melamar Menkeu Sri Mulyani Indrawati sebagai Managing Director lembaga kapitalis global itu yang notabene sedang mengalami masalah hukum ? Apa kepentingan dan utang budi Bank Dunia kepada Sri Mulyani? 
dan jawabannya adalah : 
menurut :
anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Perjuangan (FPDIP), Arif Budimanta seperti yang disampaikannya kepada inilah.com, memastikan bahwa ada kelompok lobi, grup panel dan orang-orang yang mengusulkan nama Sri Mulyani.
Arif Budimanta menambahkan, pengangkatan Sri Mulyani juga merupakan skenario besar dari grup yang menganut neoliberalisme (Washington Consensus) untuk menyelamatkan kader-kader terbaiknya termasuk Sri Mulyani Indrawati. “Ini bagian penyelamatan grup neolib di Indonesia,” ucapnya.
Sebab, selama ini kebijakan ekonomi Indonesia diintervensi ideologi-ideologi neolib. Itulah menurutnya, mengapa Bank Dunia menjatuhkan pilihannya pada Sri Mulyani. Padahal, banyak ekonom-ekonom ternama di dunia. “Ini penting diketahui!” tukasnya.
Apa yang disampaikan Arif ini mengingatkan kita dengan kehadiran tokoh keuangan Yahudi dunia, George Soros yang melakukan pembicaraan khusus dengan wapres Boediono pada 10 Februari lalu di kantor wapres. Kunjungan itu tergolong misteri besar tentang peran apa yang akan dimainkan Soros dalam skandal Bank Century yang saat itu sedang hangat-hangatnya.
Bukan rahasia lagi bahwa World Bank merupakan wadah keuangan Yahudi dunia yang mempunyai kedekatan dengan tokoh-tokoh Zionis di Amerika. Dan bukan rahasia lagi kalau Presiden Bank Dunia saat ini, Robert B Zoellick juga merupakan pendukung Zionis tulen.

akhirnya...ku mengenalmu

Emm, terkesan so’puitis ya judulnya? Soalnya perkara judul itu adalah kelemahan saya, mungkin juga karena judul selalu saya tempatkan terakhir setelah “puas” menulis. Ok, sekarang apa si yang mau saya bahas? Dan kepada siapa sebenarnya tulisan ini dibuat? Ini ditujukan untuk semua yang membaca
( termasuk saya pribadi ) yang akan saya angkat adalah hal yang paling membuat saya betah di dalamnya yaitu “dunia anak-anak”.
Bukan tentang bagaimana bermain dengan mereka, tapi…saya akan berbagi tentang sifat mereka. Saya tipikal orang yang sangattttt menyukai anak-anak dan saya yakin itu bukanlah sesuatu yang spesial karena hampir sebagian besar orang dewasa suka dengan anak-anak, hanya saja tidak semua orang mampu menjadi “teman” untuk mereka.
Saat saya di panti asuhan, awalnya bahagia karena di kelilingi anak-anak yang lucu dan menggemaskan. Tapi…pernah juga kelabakan karena begitu banyaknya anak-anak sementara “kemampuan” saya terbatas untuk merangkul mereka semua, kelabakan disini bukan dalam artian “repot mengurus” tapi lebih kearah belum bisa memahami sifat mereka yang heterogen. Ada lho orang yang senengnya ama anak yang pendiam, ada pula yang suka ama anak yang ngoceh tiada henti, ada pula yang jaga jarak karena si anak pemarah, dan pada saat itu segala sifat itu harus saya hadapi dalam waktu yang bersamaan!!!
Setelah cukup lama menjadikan mereka “bahan penelitian” akhirnya saya menemukan beberapa hal tentang mereka :
*Egosentris
(sifat yang umumnya muncul pada anak usia 15 bulanan-atau saat anak sadar sudah sadar akan dirinya sendiri/”self awareness” ), ini disebabkan ketidakmampuan si anak dalam melihat suatu hal dari sudut pandang orang lain.
-Bila ingin sesuatu harus di dapat saat itu juga alias tidak mau menunggu. ( tapi, perkara yang satu ini ternyata ada juga khan yang akhirnya terus “menempel” hingga dewasa Ckck….), mm contohnya hari telah malam sementara si anak minta es krim, lalu bagaimana kita menyiasati hal tersebut ? : memang agak sulit, balita diberi pengertian, meski ada beberapa anak yang sudah bisa. Nah kita yang dewasa ini harus memberi pengertian bahwa tidak semua keinginannya harus terpenuhi, “Sayang…sudah malam, mataharinya juga sudah tidur, tokonya juga sudah tutup. Nanti saat mataharinya bangun pagi, baru kita beli es krim” Jadi, yang penting adalah kita harus memberi “aturan” yang konsisten.
*Bossy atau Suka Perintah
Sebenarnya si, masih ada hubungannya dengan egosentris ya, tapi sifat ini adalah kelanjutan dari usia bayi, dimana selalu ingin diladeni. Saat mereka memasuki usia balita, dimana mereka tidak lagi bergantung pada orang dewasa dalam artian ia sudah bicara, jalan, dan melakukan hal apapun yang diinginkannya, anak ini memiliki otonomi.Sikap otonom ini sering dibarengi dengan sikap menyuruh orang lain demi mendapatkan apa yang diinginkannya. Seperti “ Teh, ambilin susu!” atau “Bukain sepatu!!!” Kondisi ini bisa diperparah bila ada orang dewasa di sekitar anak yang juga bersikap “bossy” atau memang anak tidak dibiasakan mandiri. Yang jelas sifat yang satu ini tidak akan hilang dengan sendirinya, karena si anak merasa keenakkan.
Lalu, bagaimana cara kita menyiasatinya ?
-Ajarkan kemandirian (dari hal-hal sederhana) secara bertahap seperti cuci tangan sebelum makan, makan sendiri, buka sepatu dan lainnya. Bila si anak sudah terlanjur “bossy” dan terbiasa main suruh, coba bangun kemandiriannyadan dorong ia untuk mengerjakan segala sesuatunya sendiri.
“ De, coba buka yuk sepatunya sendiri. Teteh temani”
*Agresif
Sifat ini sebetulnya sudah tampak sejak usia bayi. Namun akan semakin kerap kemunculannya di atas usia balita. Si anak merasa keinginannya tidak dipahami orang dewasa (berkaitan dengan komunikasianak balita yang masih terbatas ).
Agresivitas juga dapat muncul karena kebiasaan. Misal saat anak belajar dari pengalamannya jika ia berteriak-teriak atau melempar barang, maka orang akan memenuhi apapun yang diinginkannya. Sifat agresif yang tidak diantisipasi bisa menjadi habituasi dan berlanjut hingga usia dewasa nanti.
Cara menyiasatinya adalah : Saat anak “tantrum” , peluk atau pegang tangan/badannya. Biarkan ia marah. Setelah kemarahannya reda, kita bisa tanyakan penyebabnya sesuai dugaan atau perkiraan kita. Misal “ de, pasti marah sekali ya karena Teteh tadi lupa membelikanmu mainan. Tadi teteh bener-bener lupa sayang…tapi sekarang udah malam, toko juga sudah tutup. Besok pas tokonya buka, kita beli sama-sama ya?” dalam keadaan emosional, anak balita akan bingung mengatakan apa yang mengatakan apa penyebab rasa kesalnya. Lebih baik, kita yang mendefinisikan perasaannya. Cara ini membuat anak merasa dipahami perasaannya.
Ingat ya kawan, jangan pernah menanggapi agresivitas anak dengan cara yang agresif pula. Contoh, saat ia memukul temannya, jangan kita malah mencubit si anak untuk menghentikan aksinya. Benar sih anak tidak akan meneruskan pukulannya, namun anak justru memperoleh gambaran bahwa sikap kasar itu diperbolehkan.
Memberi penjelasan pada anak balita memang tidak mudah (berdasarkan pengalamanL), tapi, jangan putus asa ya! Lama kelamaan jika dia dijelaskan, anak akan belajar bahwa untuk mendapatkan sesuatu tidak harus dengan agresif.
*Pemalu
Nampaknya tanpa saya jelaskan definisinya, pembaca dah tahu dech gimana si bawaan anak pemalu ( he sotoy!), tapi bagi yang belum bisa mengindra mari kita ingat-ingat perilaku anak-anak yang tergolong pemalu.
Si anak bersembunyi di balik kaki kita, atau terus menerus memegangi baju kita saat bertemu orang lain? Atau ketika di tanya, anak memilih diam dan menundukkan kepala? Mungkin itu bisa dikatakan pemalu, namun bisa juga karena takut paada orang asing atau tidak terbiasa bertemu dengan orang banyak.
Sifat pemalu ini karena pembawaan pribadi ( diturunkan dari orang tua yang juga pemalu ) akan terbawa sampai dewasa. Sifat pemalu membuat anak sulit mengembangkan diri dan beradaptasi dengan lingkungan sekitar.
Cara menyiasatinya :
Untuk menghadapi anak pemalu sebaiknya kita sering membawanya untuk bersosialisasi. Latih sejak dini dengan memasukkan anak pada lingkungan, dimana anak bisa bermain, seperti taman bermain. Bisa juga mengajaknya ke tempat-tempat pertemuanatau kenalan kita, anak bisa diminta untuk mengenalkan dirinya atau menyapanya Misal : “ sayang..kenalin ni temen teteh namanya teh putri, ayo salam. Beritahu siapa namamu ya De…”
*Penyendiri
Nah ini dia yang pernah membuat saya pusing tujuh keliling. Sebenarnya saya juga tipikal yang penyendiri (curhat mode onJ ), Cuma bedalah ama anak yang saya hadapi saat itu.
Jadi sifat penyendiri pada usia balita, selain dikarenakan perkembangan kognitif anak dalam melihat sesuatu masih dari sudut pandangnya sendiri, perkembangan sosialnyapun masih belum berkembang baik.
Anak baru mulai sadar akan adanya tuntutan dari lingkungan pada usia 3 tahun ke atas. Lantaran itulah, saat bermain, anak tampak “soliter” ( ingat kata ini jadi ingat kata seorang akhwat yang tidak boleh disebut namanyaL, what the meaning ? soliter adalah lebih suka bermain sendiri), meski ada teman di sampingnya.
Bagimana cara menyiasatinya?
Sama seperti halnya anak yang pemalu, kita perlu lebih aktif mengajaknya untuk mengikuti kegiatan bersama dan bersosialisasi. Mulailah dari lingkungan terdekat, karena waktu itu di panti asuhan maka saya mengajaknya untuk bergabung dengan teman-temannya, atau saya mengenalkan pada teman-teman saya kalau misalnya anak yang tinggal sama orangtua maka ajaklah mengunjungi tetangga, acara keluarga, jangan lupa Setiap saat ajaklah anak berkomunikasi dan jangan lupa sediakan waktu untuk mendengarkan dan menanggapi setiap ujarannya. Semakin ia percaya bahwa kita bersedia menjadi pendengarnya yang sabar, maka anak akan semakin berani bicara dan lebih bersikap terbuka.
Finally, alasan-alasan mengapa anak balita menunjukkan sifat egois, agresif, bossy, tapi juga suka menyendiri dan bahkan pemalu, semuanya wajar asalkan tidak menetap dan sampai menghambat pengembangan dirinya. Untuk itulah sifat-sifat khas tersebut tetap perlu diintervensi agar dapat menempati porsinya yang pas dan memberi kesempatan kepada sifat lain yang lebih baik untuk berkembang sebagai karakter anak.  

children on the street


Isak tangis coba tuk ditahan
Senyum palsu coba tuk perlihatkan
Bahwa ketegaran ada dalam diri
Tuk hadapi dunia yang kejam ini
Dalam kesedihan engkau tertawa
Berlari, bermain dan bercanda dengannya
Ketidak berdayaan yang engkau punya
Buat engkau biasa bertemunya
Bersabarlah wahai engkau
Keberadaanmu tidak sendiri disini
Kami peduli akan harimu
Anak jalanan yang terus berjuang
Untuk hidup di hari esok……
***
awalnya aku tak mengerti kenapa sepanjang aku "berteduh" di kota yang katanya kota kembang ini bukannya berkurang malah semakin meningkat jumlah anak2 jalanan. ternyata sistem di negeri inilah satu-satunya penyebab kenapa mereka semakin "melimpah ruah" bak jamur di musim penghujan.
tapi....dibalik kita menyadarkan umat, gak ada salahnya kan kita "menyatu": dengan mereka....sungguh berbeda ketika kita berada di tengah-tengah mereka dengan kita yang hanya sebatas memberi uang receh saat bepergian.
tuk sahabat2ku, trimaksih ya telah memberiku tempat tuk berbagi....karena ini bukan ttg kau ataupun aku tapi tentang kita....

Rabu, 05 Mei 2010

tak berhenti berharap...

Malam ini langit semakin pekat. tak satupun bintang yang menghias. Ingin rasanya aku melesat ke langit dan menyibak tirai awan untuk memperlihatkan padamu gemerlapnya cahaya bintang..... ( tuk sahabatku kekuranganku adalah kelebihanmu dan kelebihanmu adalah kekuranganku.....)
---------- kenapa ya sampai terbersit untuk menuliskan hal diatas? mungkin karena aku selalu berharap untuk senantiasa menjadi mata mereka, menjadi tangan mereka, menjadi kaki mereka.....mereka tidak bisa melihat tetapi mereka melihatku dengan hati....ketulusan hati yang membuatku jatuh dan berharap tuk selalu dekat karena mereka aku ada, karena mereka membuatku berarti, mereka membuatku menjadi sosok manusia yang memanusiakan manusia.
: tuk sahabat2 tuna netra dan yang berkebutuhan khusus nama kalian takkan terlupa dalam doa-doaku, ...
love u coz Allah.........